Pengertian Epidemiologi , Konsep dan Peran

pengertian-epidemiologi

Dalam studi epidemiologi, dua kegiatan utama dan terpisah harus dilakukan. Pertama, memeriksa jumlah dan distribusi penyakit, kondisi, cedera, kecacatan, dan kematian dalam populasi. Untuk melakukan penelitian ini, ahli epidemiologi perlu menilai semua aspek waktu, tempat, dan orang. Penilaian rinci dari masing-masing elemen ini dilakukan dan dianalisis dalam studi epidemiologi deskriptif.

Epidemiologi deskriptif merupakan studi dengan pendekatan epidemiologi yang bertujuan untuk mendeskripsikan masalah kesehatan di masyarakat dengan menentukan frekuensi, sebaran dan determinan penyakit dengan menggunakan atribut dan variabel sesuai segitiga epidemiologi (orang, tempat dan waktu).

Dalam epidemiologi deskriptif biasanya timbul pertanyaan yang perlu dipikirkan, yaitu:

  • Siapa (siapa) yang menjadi sasaran penyebaran penyakit atau orang yang terkena penyakit.
  • Dimana (dimana) dimana penyebaran atau terjadinya penyakit.
  • Kapan (kapan), kapan penyebaran atau terjadinya penyakit.

Jawaban atau pertanyaan merupakan faktor yang menentukan terjadinya suatu penyakit. Dengan kata lain, terjadinya atau penyebaran suatu penyakit ditentukan oleh tiga faktor utama yaitu orang, tempat dan waktu.

Tujuan dari epidemiologi deskriptif adalah:

  • Mendeskripsikan sebaran masalah kesehatan sehingga dapat diprediksi kelompok
  • masyarakat mana yang paling terkena dampak.
  • Penilaian sejauh mana masalah kesehatan pada kelompok yang berbeda.
  • Identifikasi faktor-faktor yang diduga terkait dengan masalah kesehatan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami elemen waktu, tempat dan orang ketika melakukan analisis epidemiologi agar diperoleh hasil analisis yang akurat dan tepat.

pengertian-epidemiologi

Definisi epidemiologi

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan juga penyakit yang berhubungan dengan faktor terkait di tingkat populasi. Epidemiologi merupakan landasan penelitian kesehatan masyarakat dan juga membantu menyebarkan dan menginformasikan pengobatan berdasarkan bukti kedokteran untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit dan menentukan pendekatan pengobatan spesifik yang optimal. Di bawah ini adalah beberapa definisi epidemiologi yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli.

Pengertian Epidemiologi Menurut para ahli

Setelah memperoleh pengertian epidemiologi secara umum, berikut adalah pengertian dari beberapa ahli, diantaranya:

WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sebaran dan determinan kesehatan dalam kaitannya dengan kejadian dalam populasi, serta penerapan studi pemecahan masalah yang berfokus pada kesehatan.

Pusat Pengendalian Penyakit (2002)

Epidemiologi adalah pemahaman ilmiah yang mempelajari penyebaran dan determinan penyakit masyarakat dan kondisi kesehatan di masyarakat dan penerapannya untuk mengontrol cara penanganan masalah kesehatan. Epidemiologi juga bisa disebut penelitian.

Greenwood (1934)

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit dengan segala jenis kejadian yang mempengaruhi kelompok / gologan (kawanan) populasi. Keuntungannya terletak pada penekanan pada kelompok populasi yang mengarah pada penyebaran suatu penyakit.

Brian Mac Mahon (1970)

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran dan penyebab timbulnya penyakit pada manusia.

Wade Hampton Frost (1972)

Epidemiologi adalah pengetahuan tentang fenomena massa (fenomena massa) penyakit menular atau juga sebagai riwayat alam (natural history) penyakit menular.

Anders Ahlbom & Staffan Norel (1989)

Epidemiologi adalah studi / ilmu tentang kejadian suatu penyakit pada populasi manusia.

Gary D. Friedman (1974)

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit yang terjadi pada populasi manusia.

Tujuan Epidemiologis

Di bawah ini adalah tujuan epidemiologis dalam kehidupan masyarakat, antara lain sebagai berikut:

  • Apabila pada saat itu masyarakat sedang mengalami keracunan massal maka dengan menerapkan ilmu epidemiologi dapat diketahui penyebab keracunan tersebut.
  • Untuk mengetahui hubungan antara karsinoma paru dan asbes, merokok dan juga penyakit jantung serta hubungan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.
  • Untuk dapat menentukan apakah hipotesis awal hewan percobaan tetap konsisten dengan data epidemiologi.
  • Memperoleh informasi serta pengetahuan yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun rencana, penanggulangan masalah kesehatan, serta menentukan prioritas kesehatan masyarakat.

Tujuan Epidemiologi Menurut Risser (2000)

Menurut Risser pada tahun 2000, tujuan epidemiologi meliputi:

  • Untuk dapat menjelaskan penyebaran, riwayat rekam medis alami suatu penyakit atau
  • dalam suatu kondisi kesehatan masyarakat.
  • Mendeskripsikan serta mensimulasikan etiologi penyakit.
  • Memprediksi prediksi kejadian suatu penyakit.
  • Mengontrol penyebaran penyakit serta gangguan kesehatan penduduk.

Manfaat Epidemiologis

Di bawah ini adalah manfaat epidemiologi dalam suatu masyarakat, antara lain:

Membantu pekerjaan administrasi kesehatan.
Dapat meneliti penyebab suatu masalah kesehatan.
Dapat menjelaskan perkembangan alami suatu penyakit.
Dapat menjelaskan keadaan suatu masalah kesehatan.

Peran Epidemiologi

Setelah mengetahui beberapa poin yang menjelaskan arti dan pentingnya epidemiologi, dibawah ini adalah peran epidemiologi dalam kesehatan masyarakat, diantaranya sebagai berikut:

  • Sangat melakukan analisis penelitian terhadap perjalanan penyakit komunitas serta perubahan yang mungkin terjadi.
  • Mendeskripsikan sekaligus menjelaskan pola penyakit di masyarakat.
  • Mendeskripsikan dan juga menjelaskan hubungan antara dinamika populasi dan penyebaran penyakit.

Aspek Epidemiologi

Berikut adalah aspek Epidemiologi, diantaranya:

1. Aspek Elemen Waktu dalam Analisis Epidemiologi

Variabel waktu merupakan faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan analisis pada studi epideiologi karena pencatatan dan pelaporan kejadian dan prevalensi penyakit selalu berdasarkan waktu, baik mingguan, bulanan maupun tahunan.

Laporan ini sangat penting dalam epidemiologi karena didasarkan pada kejadian nyata dan bukan berdasarkan perkiraan atau perkiraan. Selain itu dengan pencatatan dan pelaporan dapat diketahui adanya perubahan kejadian dan prevalensi penyakit sehingga hasilnya dapat digunakan untuk perencanaan dan penanganan masalah kesehatan.

Analisis menurut waktu juga penting dilakukan untuk mengetahui hubungan antara waktu dengan kejadian penyakit atau fenomena lainnya, misalnya penyebaran penyakit pernafasan yang terjadi pada malam hari akibat perubahan kelembaban atau kecelakaan lalu lintas yang banyak terjadi pada malam hari.

Pengetahuan tentang sebaran masalah kesehatan dari waktu ke waktu akan membantu untuk memahami:

Kecepatan perkembangan penyakit

Jika suatu penyakit menyebar dengan cepat dalam waktu yang singkat, artinya penyakit tersebut berkembang pesat.

Durasi penyakit

Lamanya penyakit juga dapat ditentukan dari penyebaran penyakit menurut waktunya yaitu dengan menggunakan informasi tentang waktu penyakit itu terinfeksi dan informasi tentang waktu penyakit tersebut menghilang.

Penyebaran gangguan kesehatan menurut waktu dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:

Sifat penyakit yang ditemukan

Secara umum penyakit menular dinyatakan lebih cepat menyebar dibandingkan penyakit tidak menular. Yang berperan di sini adalah sifat kuman yang ditemukan, yang dibedakan menjadi patogenisitas, virulensi, anti genetika, dan infektivitas.

Keadaan di mana penyakit itu terinfeksi

Untuk penyakit infeksi, kondisi yang paling penting adalah ada tidaknya reservoir kuman penyakit, yang jika dikaitkan dengan kondisi tempat terjadinya penyakit disebut reservoir lingkungan, yaitu lingkungan alam sekitar manusia.

Keadaan populasi

Persebaran masalah kesehatan dari waktu ke waktu juga dipengaruhi oleh kondisi penduduk, baik dari segi sifat manusia maupun jumlah dan persebaran penduduk.

Status layanan kesehatan yang tersedia

Jika kondisi pelayanan kesehatan baik, maka penyebaran suatu gangguan kesehatan dapat dicegah sehingga mempersingkat waktu terjadinya wabah penyakit.

Fluktuasi kejadian penyakit yang diketahui terdiri dari:

Variasi Jangka Pendek

Sporadis

Kejadian ini relatif berumur pendek, umumnya terjadi di beberapa tempat, dan pada saat pengamatan setiap kejadian tidak berhubungan satu sama lain, misalnya dalam proses penyebaran. Contoh: penyebaran DBD

Endemis

Penyakit infeksi yang terus terjadi di suatu tempat atau prevalensi suatu penyakit yang biasanya terdapat di satu tempat.

Pandemi

Penyakit yang menyebar ke beberapa negara atau semua benua. Misalnya: Flu (1914), Kholera (1940), AIDS (1980), SARS (2003).

Epidemi

Peningkatan insidensi suatu penyakit yang terjadi secara cepat dan dalam jumlah yang secara signifikan melebihi insidensi yang diperkirakan.

Variasi Berkala

Tren sekuler (tren sekuler)

Kecenderungan sekuler adalah terjadinya perubahan atau wabah penyakit dalam waktu yang lama. Lamanya waktu bisa bertahun-tahun hingga puluhan tahun. Kecenderungan sekuler dapat terjadi pada penyakit menular dan penyakit menular tidak menular. Misalnya, telah terjadi pergeseran pola penyakit menular ke penyakit tidak menular yang terjadi di negara maju dalam beberapa dekade terakhir.

Pengetahuan tentang perubahan tersebut dapat digunakan dalam menilai keberhasilan upaya pemberantasan dan pencegahan penyakit. Kecenderungan sekuler juga dapat digunakan untuk menentukan perubahan yang terjadi pada kematian.

Variasi siklik

Variasi siklik adalah kambuhnya penyakit setelah beberapa tahun, tergantung dari jenis penyakitnya. Variasi siklik biasanya terjadi pada penyakit infeksi karena penyakit non infeksi tidak mempunyai variasi siklik, misalnya wabah campak biasanya kambuh setelah 2-3 tahun.

Variasi musim

Variasi musiman adalah kambuhnya perubahan frekuensi kejadian dan prevalensi penyakit yang terjadi dalam 1 tahun. Variasi musiman sangat penting dalam menganalisis data epidemiologi wabah untuk mengetahui peningkatan insiden suatu penyakit karena variasi musim atau memang terjadinya epidemi. Jika variasi musiman tidak diperhitungkan, kita dapat menarik kesimpulan yang salah tentang terjadinya wabah.

Selain itu, pengetahuan tentang variasi musim juga diperlukan dalam penelitian epidemiologi karena penelitian yang dilakukan pada musim yang berbeda akan menghasilkan distribusi frekuensi penyakit yang berbeda pula.

Variasi acak

Variasi acak diartikan sebagai terjadinya suatu wabah yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, misalnya wabah yang terjadi akibat bencana alam seperti banjir dan gempa bumi.

2. Tempatkan Aspek Elemen dalam Analisis Epidemiologi

Variabel tempat merupakan salah satu variabel penting dalam epidemiologi deskriptif karena pengetahuan tentang tempat atau lokasi wabah atau lokasi penyakit endemik sangat dibutuhkan pada saat melakukan penelitian dan mengetahui persebaran berbagai macam penyakit di suatu daerah sehingga dari informasi yang diperoleh dapat diketahui. dikenal:

Jumlah dan jenis gangguan kesehatan yang ditemukan di suatu daerah.
Hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan di suatu daerah.
Informasi tentang faktor-faktor penyebab gangguan kesehatan di suatu daerah.

Batas suatu wilayah dapat ditentukan berdasarkan:

Geografis

Ditentukan berdasarkan alam, administratif atau fisik, lembaga dan lembaga. Dengan batas alam, negara dengan iklim tropis, subtropis dan negara dengan empat musim dapat dibedakan. Hal ini penting dilakukan karena perbedaan tersebut mengakibatkan perbedaan pola penyakit, baik dalam distribusi frekuensi penyakit maupun jenis penyakit.

Batasan kelembagaan

Bisa berupa industri, sekolah atau perkantoran, dan lain-lain sesuai dengan munculnya gangguan kesehatan. Contoh kejadian penyakit berdasarkan lokasi adalah:

TB, di daerah padat penduduk dengan kondisi sosial ekonomi rendah
Kolera, di daerah padat penduduk dengan lingkungan yang buruk
Asbestosis, pada pekerja pabrik asbes.

Penyebaran gangguan kesehatan menurut lokasinya, umumnya terdiri dari:

Penyebaran satu area

Masalah kesehatan hanya ditemukan di satu daerah. Batas wilayah yang dimaksud tergantung pada sistem pemerintahan yang dianut. Misalnya satu kecamatan, hanya satu desa, dll. Pembagian menurut wilayah yang sering digunakan adalah desa dan kota.

Tersebar di beberapa daerah

Persebaran beberapa daerah tergantung dari sistem pemerintahan yang dianut. Misalnya hanya beberapa kecamatan, hanya beberapa desa saja, dan seterusnya.

Tersebar di beberapa daerah

Pembagian beberapa daerah tergantung pada sistem pemerintahan yang dipilih. Misalnya saja beberapa kecamatan, beberapa desa saja, dan seterusnya.

Satu negara (nasional) tersebar

Masalah kesehatan ada di semua wilayah negara.

Distribusi beberapa negara (regional)

Masalah kesehatan bisa menyebar ke beberapa negara. Timbul atau tidaknya suatu penyakit di suatu negara dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

  • Keadaan geografis suatu negara dalam kaitannya dengan ada atau tidaknya kondisi geografis tertentu yang mengakibatkan suatu penyakit di negara tersebut tertular.
  • Hubungan komunikasi yang dimiliki, dalam arti apakah lokasi negara dekat dengan negara yang terkena dampak, bagaimana sistem transportasi antar negara, hubungan antar penduduk, apakah negara tersebut terbuka untuk penduduk yang memiliki kunjungan negara dan menetap disana.
  • Hukum dan regulasi yang berlaku, terutama di bidang kesehatan.

Penyebaran banyak negara (internasional)

Di banyak negara terdapat masalah kesehatan yang saat ini sangat umum terjadi dengan kemajuan sistem komunikasi dan transportasi.

3. Aspek unsur pribadi dalam analisis epidemiologi

Kajian epidemiologi secara umum menitikberatkan pada beberapa demografi utama aspek manusia yaitu umur, jenis kelamin, ras / suku, status perkawinan, pekerjaan, dan lain-lain.

Sebuah. Usia

Variabel usia penting karena semua angka morbiditas dan mortalitas yang dilaporkan hampir selalu terkait dengan usia. Usia merupakan variabel penting saat menyelidiki masalah kesehatan karena:

  • Itu ada hubungannya dengan ketekunan
  • Secara umum, daya tahan tubuh orang dewasa lebih kuat dari pada bayi dan anak-anak.
  • Ini berkaitan dengan ancaman kesehatan
  • Orang dewasa yang cenderung berisiko lebih besar terkena penyakit daripada anak-anak karena pekerjaan mereka.
  • Ini ada hubungannya dengan gaya hidup

Dibandingkan dengan anak-anak, orang dewasa lebih mungkin terkena penyakit karena kebiasaan gaya hidup mereka karena kebiasaan gaya hidup tersebut.

Perbedaan penyebaran penyakit pada setiap kelompok umur disebabkan oleh:

  • Ada faktor-faktor tertentu pada kelompok usia ini yang membuat mereka rentan terhadap serangan. Misalnya campak pada anak-anak. Kesimpulannya, anak tidak memiliki kekebalan campak.
  • Ada faktor-faktor tertentu dalam kelompok usia lain yang membuat mereka sulit menyerang. Misalnya, campak jarang ditemukan pada orang dewasa. Singkatnya, orang dewasa kebal terhadap campak.
  • Ada kejadian tertentu yang dialami oleh kelompok umur tertentu. Misalnya, tuberkulosis paru terjadi pada orang yang berusia di atas 20 tahun. Singkatnya, imunisasi BCG baru dapat dikatakan berjalan dengan baik selama 20 tahun.

Hubungan Antara Usia dan Kematian

Walaupun kematian secara umum dapat terjadi pada semua kelompok umur, namun dari berbagai catatan diketahui bahwa kejadian kematian berbeda-beda pada setiap kelompok umur, yaitu kematian tertinggi pada kelompok umur 0 sampai 5 tahun dan kematian terendah pada kelompok umur 0 sampai 5 tahun dan kematian terendah pada kelompok umur. kelompok umur 15 tahun terjadi pada kelompok umur -25 tahun dan akan meningkat lagi dari umur 40 tahun.

Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa kematian pada umumnya meningkat seiring dengan pertambahan usia. Hal ini disebabkan berbagai faktor, antara lain pengalaman terpapar faktor penyebab penyakit, faktor pekerjaan, kebiasaan gaya hidup, atau perubahan imunitas.

Hubungan Antara Umur dan Morbididtas

Kita tahu bahwa suatu penyakit pada dasarnya dapat menyerang siapa saja di semua kelompok umur, tetapi ada penyakit tertentu yang lebih umum terjadi pada kelompok umur tertentu. Penyakit kronis cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, sedangkan penyakit akut tidak memiliki kecenderungan yang jelas.

Anak usia 1 sampai 5 tahun paling sering terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Hal ini dikarenakan perlindungan kekebalan yang diberikan kepada ibu yang tidak melahirkan sampai 6 bulan pertama setelah melahirkan. Setelah itu, kekebalan menghilang dan ISPA menunjukkan peningkatan.

Sebelum vaksin ditemukan, banyak muncul pada anak kecil, tetapi setelah program vaksinasi selesai, usia mereka yang terkena dampak bergeser ke usia yang lebih tua. Meskipun program vaksinasi di Indonesia sudah berlangsung lama, namun tujuan cakupan vaksinasi seringkali tidak tercapai karena masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya di perdesaan yang artinya masih banyak anak atau bayi. yang tidak divaksinasi.

Tersebar di beberapa daerah

Pembagian beberapa daerah tergantung pada sistem pemerintahan yang dipilih. Misalnya saja beberapa kecamatan, beberapa desa saja, dan seterusnya.

  • Satu negara (nasional) tersebar
  • Masalah kesehatan ada di semua wilayah negara.
  • Distribusi beberapa negara (regional)

Masalah kesehatan bisa menyebar ke beberapa negara. Timbul atau tidaknya suatu penyakit di suatu negara dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

Keadaan geografis negara dalam hal ada atau tidaknya kondisi geografis tertentu yang mengakibatkan terjangkitnya suatu penyakit di negara tersebut.
Hubungan komunikasi yang dimiliki, dalam arti letak tanah dekat dengan tanah terdampak, bagaimana sistem transportasi antar negara, hubungan antar warga, apakah tanah terbuka untuk warga pemilik tanah, dan menetap di sana.
Hukum dan regulasi yang berlaku, terutama di bidang kesehatan.

Penyebaran banyak negara (internasional)

Di banyak negara terdapat masalah kesehatan yang saat ini sangat umum terjadi dalam perkembangan lebih lanjut sistem komunikasi dan transportasi.
3. Aspek unsur pribadi dalam analisis epidemiologi
Kajian epidemiologi secara umum menitikberatkan pada beberapa aspek demografi terpenting dari aspek manusia yaitu umur, jenis kelamin, ras / etnis, status perkawinan, pekerjaan, dan lain-lain.

Sebuah. Usia

Variabel usia penting karena semua angka morbiditas dan mortalitas yang dilaporkan hampir selalu terkait dengan usia. Usia merupakan variabel penting saat menyelidiki masalah kesehatan karena:

  • Itu ada hubungannya dengan ketekunan
  • Secara umum, daya tahan tubuh orang dewasa lebih kuat dari pada bayi dan anak-anak.
  • Ini berkaitan dengan ancaman kesehatan
  • Orang dewasa yang berisiko lebih tinggi sakit karena pekerjaannya dibandingkan anak-anak.
  • Ini ada hubungannya dengan gaya hidup
  • Dibandingkan dengan anak-anak, orang dewasa lebih mungkin terkena penyakit karena kebiasaan gaya hidup mereka karena kebiasaan gaya hidup tersebut.

Perbedaan penyebaran penyakit pada setiap kelompok umur disebabkan oleh:

  • Ada faktor-faktor tertentu pada kelompok usia ini yang membuat mereka rentan terhadap serangan. Misalnya campak pada anak-anak. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa anak tidak memiliki kekebalan campak.
  • Ada faktor-faktor tertentu dalam kelompok usia lain yang membuat mereka sulit menyerang. Misalnya, campak jarang ditemukan pada orang dewasa. Singkatnya, dapat dikatakan bahwa orang dewasa kebal terhadap campak.
  • Ada kejadian tertentu yang dialami oleh kelompok umur tertentu. Misalnya, tuberkulosis paru terjadi pada orang yang berusia di atas 20 tahun. Singkatnya, imunisasi BCG baru dapat dikatakan berjalan dengan baik selama 20 tahun.

Hubungan Antara Usia dan Kematian

Walaupun kematian secara umum dapat terjadi pada semua kelompok umur, namun dari berbagai catatan diketahui bahwa kejadian kematian berbeda-beda pada setiap kelompok umur, yaitu kematian tertinggi pada kelompok umur 0 sampai 5 tahun dan kematian terendah pada kelompok umur 0 sampai 5 tahun dan kematian terendah pada kelompok umur. Kelompok Umur Kelompok umur 15 tahun terjadi pada kelompok umur 25 tahun dan akan meningkat lagi mulai umur 40 tahun.

Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa kematian pada umumnya meningkat seiring dengan pertambahan usia. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor termasuk pengalaman dengan paparan faktor penyebab penyakit, faktor pekerjaan, kebiasaan gaya hidup, atau perubahan kekebalan.

Hubungan Antara Umur dan Morbididtas

Kita tahu bahwa suatu penyakit pada dasarnya dapat menyerang siapa saja di semua kelompok umur, tetapi ada penyakit tertentu yang lebih umum terjadi pada kelompok umur tertentu. Penyakit kronis cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, sedangkan penyakit akut tidak memiliki kecenderungan yang jelas.

Anak-anak usia 1 sampai 5 tahun kemungkinan besar akan terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Hal ini karena perlindungan kekebalan ibu yang baru melahirkan anak dalam 6 bulan pertama setelah melahirkan. Setelah itu, kekebalan menghilang dan ISPA menunjukkan peningkatan.

Sebelum vaksin ditemukan, banyak muncul pada anak kecil, tetapi setelah program vaksinasi selesai, usia mereka yang terkena dampak bergeser ke usia yang lebih tua. Meskipun program vaksinasi di Indonesia sudah berlangsung lama, namun tujuan cakupan vaksinasi seringkali tidak tercapai karena masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya di perdesaan yang artinya masih banyak anak atau bayi. yang tidak divaksinasi.

Sumber :